Postingan

Menyikapi Seruan 'Kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah' dan 'Kembali ke Taqlid'

Gambar
Ungkapan orang-orang yang mengatakan tidak perlu mengikut mazhab dan cukup dengan al-Qur’an dan hadis saja adalah ungkapan yang pada umumnya berasal dari masyarakat awam. Mengapa masyarakat awam? Ya karena mereka tidak mengkaji buku-buku ulama dan membahas dengan rinci mazhab dan manhaj ulama dalam penetapan hukum fiqh. Mereka mencukupkan dengan pendapat seorang ulama yang berasal dari kalangan muta’akhkhirin, yang sampai kepada mereka lengkap dengan dalil al-Qur’an dan Hadis. Lalu mereka melakukan kleim dengan mengatakan, “Inilah pendapat salaf umat, sesuai dengan al-Qur’an dan Hadis, pendapat-pendapat yang berdasarkan kepada mazhab adalah pendapat yang batil! Kalian mau mengikut Rasul atau Imam Mazhab?” Inilah ucapan yang berbahaya. Ucapan ini bisa menyebabkan setiap orang berbicara masalah agama dengan berdalil dengan al-Qur’an dan Hadis, tapi hanya mengikut hawa nafsu dalam penafsirannya, mengabaikan semua kaidah dan ilmu alat pendukung yang telah ditetapkan oleh ulama. Tanpa...

Sayyid Quthb dan Salafi

Gambar
Suatu hal yang baru bagi saya ternyata salah satu Imam Besar Salafiyin, Syekh al Albani, membela pemikiran Sayyid Quthb, semoga Allah merahmati mereka berdua, ketika Beliau berdialog dengan pengikut Syekh Rabi’ yang sering terlalu keras dalam mentahdzir sesama muslim. Lihat disini:  http://firanda.com/index.php/artikel/manhaj/539-ada-apa-dengan-radio-rodja-rodja-tv-bag-4-manhaj-syaikh-rabi-dalam-timbangan-manhaj-para-ulama-kibar Dalam dialog itu tersirat pembelaan yang nyata oleh Al Albani bahwa label jahiliy yang dimaksudkan oleh Sayyid Quthb tidak bermakna Takfir. Pelabelan takfir merupakan sikap tasyaddud yang didorong oleh kebencian kepada sesama muslim. Ini merupakan sikap yang adil ketika menghukum orang lain hanya berdasarkan apa yang dia yakini dan ucapkan, bukan berdasarkan penafsiran pribadi terhadap perkataan orang lain. Karena berapa kali pun saya baca buku Sayyid Quthub saya tidak merasakan roh takfir sebagaimana saya baca tulisan2 jamaah takfir yang menuding ...

Tidak Ada 'Islam Nusantara' di Minangkabau

Gambar
Sangat besar artinya Falsafah (prinsip hidup) Minang, “Adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah” dan “Syara’ mangato, adat mamakai.” Dua ajaran luhur budaya minang ini membebaskan para pemikir muslim berdarah minang dari syubhat-syubhat terbaru seperti Islam Nusantara, menusantarakan Islam, arabisasi berkedok Islamisasi, dan lain-lain. Hal mana yang kita lihat marak di daerah lain. “Adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah” bermakna bahwa segala yang menjadi adat haruslah sesuai dengan ajaran agama yang bersumber dari Kitabullah (Al-Qur’an). Jika ada ajaran adat yang tidak sesuai dengan agama sepatutnyalah dihapuskan. Jika kita masih menemukan ajaran adat yang berselisih dengan ajaran agama maka ketahuilah bahwa pemuka-pemuka agama di Minangkabau sedang dalam proses untuk mengislamkannya. Disamping itu falsafah ini juga mengindikasikan bahwa setiap orang Minangkabau beragama Islam, jika tidak beragama Islam, maka orang tersebut bukanlah orang Minang. “Syara’ man...

Syarat-syarat Seorang Da’i Dalam Pandangan Syekh Muhammad Al Ghazali

Gambar
Ketika Syekh al Ghazali ditanya tentang syarat-syarat seorang bisa menjadi da’i yang diharapkan (da’i disini bukan penceramah-penceramah ulung yang tampil di TV, tapi adalah orang-orang yang menyeru manusia ke jalan Allah), maka Beliau menjawab dengan perkataan: “Dakwah ke jalan Allah tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.. Pendakwah Islam di zaman kita sekarang ini haruslah memiliki seperangkat pengetahuan yang luas dan mencukupi tentang Islam dan kemanusiaan. Artinya dia hendaklah orang yang paham dengan al-Qur’an, Sunnah, Fiqh Islamy, dan Peradaban Islam. Dan di saat yang sama dia haruslah orang mengusai sejarah umum kemanusiaan, ilmu alam dan kehidupan, pengetahuan umum modern yang berkaitan dengan berbagai aliran pemikiran dan filsafat. Seseorang yang menyeru ke jalan Allah hendaklah menyerahkan diri sepenuhnya dalam menyebarkan risalah dakwahnya. Hendaklah dia bergaul dengan masyarakat dengan hati yang terbuka tanpa rasa egois dan dengki, tidak gampang terprovokas...

Problematika Umat Kontemporer

Gambar
Benar sekali apa yang dikatakan oleh Hamid Fahmy Zarkasy bahwa umat Islam saat ini berusaha kembali dijebak kepada pertikaian antar kelompok yang ada di tengah umat. Segala macam hal berupa syubhat kembali diangkat dan terus dipanas2i, hingga kerukunan umat sesama muslim terus terusik. Hal2 kecil furu’ ibadah menjadi perdebatan panjang yang memanaskan telinga bila kita terus memantau media sosial. Dalam kajian fiqh misalnya dimulai dari hal2 kecil seperti hukum puasa Rajab, terus masalah jumlah rakaat tarawih, hingga meningkat terus kepada kajian mazhab fiqih dengan mempertentangkannya dengan ahli hadis. Tidak itu saja, kajian yang sebenarnya sudah selesai dan jumud, tidak memfaedahkan perkembangan dakwah, seperti perdebatan takwil, tafwid dan itsbat sifat-sifat Allah, kembali diangkat. Menurut saya hal ini seiring dengan semakin meningkatnya perhatian masyarakat terhadap agama ini sebagai buah semakin derasnya suara para da’i2 Islam. Hal yang sangat patut kita apresiasi. Hal ini...

Sikap Muslim Terhadap Risalah Islam

Gambar
Saya tidak menyangka dan bersyukur buku Syekh Muhammad Ghazali, Mahawir Khamsah Lil Qur’anil Karim, dijadikan salah satu kajian dalam mata kuliah Tafsir Maudu’I di Al Azhar. Saya sudah pernah menamatkan buku ini sebelumnya. Hanya saja ketika dijadikan muqarrar saya menjadi lebih bisa untuk menghayati makna2 yang terkandung di dalamnya sekaligus persiapan ujian. :) Dalam pembahasan yang diberi judul oleh Syekh dengan ‘Mauqiful Muslimin Min Risalatihim, Syekh berbicara tentang bagaimana lemahnya pemerintahan Islam pada masa lampau. Dicontohkan bagaimana pasukan salib membantai kaum muslimin di Antokiyah dan Baitul Maqdis dan tidak satupun pemerintahan Islam yang tergerak ketika kejadian ini terjadi. Hal ini berlanjut hingga runtuhnya Kekhalifahan Abbasiyah di tangan Mongol. Syekh menginginkan kita untuk lebih memberi perhatian terhadap sejarah agar kita tahu sebab mengapa umat Islam dikalahkan secara politik semenjak dahulu. Syekh ingin kita melihat bagaimana nasib negri2 mus...

Arab dan Risalah Islam

Gambar
Belakangan semakin marak selentingan bernuansa anti arab bahkan dari kalangan umat Islam sendiri. Propaganda ini semakin sering kita dengar dari para cendekiawan muslim Indonesia. Bahkan mereka sampai pada konklusi bahwa Nabi Muhammad Saw diturunkan pada bangsa Arab karena mereka sebobrok2nya bangsa di muka bumi. Na'udzubillah. Saya akan maklum kalau yang berkata demikian adalah mereka yang notabene hasil didikan orientalis barat. Cuma saya tidak habis pikir kalau yang berkata begitu malah hasil didikan timur tengah sendiri khususnya al Azhar asy Syarif. Padahal diajarkan baik di bangku kuliah maupun durus di mesjid2 bahwa Nabi Muhammad Saw berasal dari garis darah keluarga terbaik dalam kabilahnya, kabilah terbaik dari bangsanya, bangsa terbaik dari seluruh bangsa2 yang ada di dunia. Tidak sedikit hadis2 yang menegaskan hal ini, diantaranya : إن الله اصطفى كنانة من ولد إسماعيل و اصطفى قريشا من كنانة و اصطفى من قريش بني هاشم و اصطفاني من بني هاشم. Hadis lain: ...

Komentar via Facebook

Tulisan Baru