Satu Bulan, Beda Awal: Perdebatan Abadi di Bawah Langit Ramadan
Setiap tahun, umat Islam menengadah ke langit yang sama. Bulannya satu. Orbitnya satu. Hukum gravitasinya sama sejak miliaran tahun lalu. Tetapi ketika sabit tipis pertama itu dicari, kalender umat bisa terbelah: Rabu di satu negeri, Kamis di negeri lain, bahkan kemungkinan ada yang menunggu hingga Jumat. Tahun ini peta itu kembali terbentang. Arab Saudi bersama Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yaman, Palestina, Lebanon, dan sebagian otoritas di Irak menetapkan Rabu sebagai 1 Ramadan setelah menyatakan hilal terlihat. Sementara Mesir, Yordania, Suriah, Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Jepang menetapkan Kamis karena tidak terbukti rukyat. Bangladesh, India, Pakistan, dan Iran bahkan menyatakan hari itu masih 28 Sya‘ban dan menunggu observasi berikutnya. Maroko menunda keputusan hingga rukyat Rabu malam. Tunisia menyatakan secara astronomi sulit terlihat. Ini bukan sekadar berita tahunan. Ini adalah perjumpaan antara wahyu, ilmu falak, dan ijtihad manusia. Mari kita turu...