Masalah keagamaan sekarang ini, selain tidak bisa membedakan antara mana yang ushul mana yang furu' sehingga semua yang berbeda dipukul rata sesat, lebih parah dari itu tidak bisa membedakan mana agama mana budaya. Puncak dari keruwetan itu munculnya Islam Nusantara. Sebuah sifat ketika dilekatkan kepada suatu benda tidak lain tidak bukan tujuannya adalah untuk membedakan benda tersebut dari sejenisnya. Orang Padang dan Orang Jawa dibedakan oleh sifat Jawa dan Padangnya sedangkan mereka sama2 orang. Begitu seterusnya untuk kayu manis dan kayu jati, ayam jantan dan ayam betina, dll. Sifat nusantara otomatis dimaksudkan untuk membedakan Islam yang mereka anut dari Islam yang lain. Pemahaman 'berbeda' ini karena mereka menyangka Islam yang mereka anut memiliki amalan, konsep, dan prinsip berbeda dengan Islam lainnya. Mengapa bisa begitu? Karena mereka menyangka variabel 'pembeda' yang ada adalah bagian agama juga. Padahal variabel pembeda tersebut hanya lah budaya...
Komentar
Posting Komentar
Terima Kasih atas masukan dan pendapat anda, semoga bermanfaat...