Orientasi Nilai dan Masa Depan Peradaban
Peradaban sering kali dipahami sebagai puncak pencapaian manusia dalam bidang material: kemajuan teknologi, pembangunan kota, atau kemegahan infrastruktur. Namun, para pemikir besar mengingatkan bahwa peradaban sejatinya tidak berhenti pada aspek lahiriah semata. Ia adalah proses panjang yang mencerminkan kualitas batin manusia—yakni akhlak dan kesadaran nilai—yang dibentuk melalui pendidikan. Albert Schweitzer, misalnya, menekankan bahwa inti peradaban adalah kemajuan spiritual dan moral manusia.¹ Peradaban bukan sekadar soal “apa yang dimiliki manusia”, tetapi lebih dalam lagi, “siapa manusia itu”. Oleh karena itu, peradaban selalu terkait dengan pandangan hidup (worldview) dan sistem nilai yang dianut suatu masyarakat. Ketika manusia kehilangan makna dan arah hidup, peradaban pun terancam mengalami krisis, betapapun majunya secara teknologi.² Dalam kerangka yang lebih sistematis, Malik bin Nabi menguraikan bahwa peradaban dibangun di atas tiga unsur utama: manusia, tanah...