Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Indonesia Kini dalam Kacamata Ibnu Khaldun

Gambar
Pemikiran Ibnu Khaldun dalam Al-Muqaddimah tentang relasi antara kemakmuran negeri (ʿumrān) dan perkembangan industri (ṣanā’iʿ) memberikan kerangka analisis yang sangat relevan untuk membaca dinamika ekonomi Indonesia hari ini. Dalam pandangannya, industri hanya akan berkembang ketika terdapat kebutuhan yang tinggi serta permintaan yang stabil dalam masyarakat. Sebaliknya, ketika suatu negeri atau peradaban mulai mengalami kemunduran, maka kebutuhan terhadap aspek-aspek sekunder dan tersier menurun, yang pada akhirnya menyebabkan hilangnya berbagai industri tersebut secara bertahap. Jika kerangka ini diproyeksikan ke dalam konteks Indonesia kontemporer, kita menemukan gejala yang secara struktural sejalan dengan analisis Khaldunian tersebut. Gelombang penutupan pabrik, meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), serta melemahnya sektor industri manufaktur menunjukkan adanya gangguan serius pada basis produksi nasional. Industri yang sebelumnya menjadi penopang utama ...

Orientasi Nilai dan Masa Depan Peradaban

Gambar
Peradaban sering kali dipahami sebagai puncak pencapaian manusia dalam bidang material: kemajuan teknologi, pembangunan kota, atau kemegahan infrastruktur. Namun, para pemikir besar mengingatkan bahwa peradaban sejatinya tidak berhenti pada aspek lahiriah semata. Ia adalah proses panjang yang mencerminkan kualitas batin manusia—yakni akhlak dan kesadaran nilai—yang dibentuk melalui pendidikan. Albert Schweitzer, misalnya, menekankan bahwa inti peradaban adalah kemajuan spiritual dan moral manusia.¹ Peradaban bukan sekadar soal “apa yang dimiliki manusia”, tetapi lebih dalam lagi, “siapa manusia itu”. Oleh karena itu, peradaban selalu terkait dengan pandangan hidup (worldview) dan sistem nilai yang dianut suatu masyarakat. Ketika manusia kehilangan makna dan arah hidup, peradaban pun terancam mengalami krisis, betapapun majunya secara teknologi.² Dalam kerangka yang lebih sistematis, Malik bin Nabi menguraikan bahwa peradaban dibangun di atas tiga unsur utama: manusia, tanah...

Komentar via Facebook

Tulisan Baru