Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Benarkah Syiah Dibuat oleh Abdullah bin Saba?

Gambar
Ada sebuah teori yang sangat populer dalam polemik sejarah Islam: bahwa mazhab Syiah didirikan oleh seorang Yahudi dari Yaman bernama Abdullah bin Saba. Teori ini sering diulang dalam ceramah, buku polemik, bahkan dalam percakapan sehari-hari. Namun jika kita menelusuri sejarah dengan sedikit lebih teliti, teori ini ternyata sangat problematis—baik secara logika sejarah maupun secara sumber. Pertama-tama, kita perlu memahami makna kata syi‘ah pada masa awal Islam. Dalam bahasa Arab, kata itu berarti “kelompok pendukung” atau “faksi”. Dalam literatur sejarah awal, istilah ini sering digunakan secara politik, bukan teologis. Ketika para penulis sejarah menyebut shi‘at Ali, yang dimaksud adalah para pendukung Ali ibn Abi Talib dalam konflik politik pada masa itu. Ia bukan mazhab aqidah seperti yang kita kenal sekarang. Setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw, umat Islam memang menghadapi persoalan besar: siapa yang akan memimpin komunitas yang baru saja berkembang menjadi kekuatan ...

Ridha Kepada Allah

Gambar
Bincang Ramadan #9 Ridha Kepada Allah Ramadan adalah kesempatan bagi kita untuk bertanya kepada diri, "Sudahkah hati kita ridha ketika berdiri di hadapan Allah?"  Ada orang yang beribadah dengan rasa dekat, dengan cinta yang hangat. Ia berdoa dengan keyakinan penuh, dan sering kali doanya dikabulkan dengan cepat, seakan-akan langit memang sedang terbuka khusus untuknya. Itu karunia. Itu indah. Namun ada derajat yang lebih agung yang jarang dibicarakan. Derajat itu adalah ketika seseorang berdoa, lalu tidak melihat jawaban yang ia harapkan, tetapi hatinya tetap tenang. Tidak retak. Tidak menuntut. Tidak merasa dikhianati oleh takdir. Ia tidak menganggap dirinya layak “dibayar” atas puasanya, atas tilawahnya, atas sedekahnya. Ia sadar, ia hanya seorang hamba. Dan hamba tidak pernah menagih kepada Tuannya. Inilah keridhaan itu. Kita tadabburi ini mumpung masih di bulan Ramadan. Kita lapar bukan karena Allah butuh lapar kita. Kita bangun malam bukan karena Allah kuran...

Tragedi Suriah, Tanggung Jawab Siapa?

Gambar
Di tengah perlawanan terhadap musuh2 Islam, narasi bahwa Iran adalah penyebab tragedi Suriah kembali diangkat. Tujuannya agar tidak ada umat Islam yang mendukung Iran. "Biarkan Iran berjuang sendiri, biar keduanya hancur sekalian", kata mereka.  Maka persoalan ini perlu kita bahas pelan2 dengan kepala dingin, bukan dengan emosi, pandangan sempit dan pikiran dangkal. Konflik Suriah bermula tahun 2011. Rakyat turun ke jalan menuntut reformasi. Rezim Bashar al-Assad telah lama memerintah dengan tangan besi. Kezaliman dan korupsi di mana-mana. Rakyat sudah muak!  Masalah utama Suriah dan semua negara Arab, baik Sunni maupun Syiah, adalah kediktatoran, bukan mazhab teologis. Kita lihat betapa banyak tahanan politik di penjara2 Mesir dan Saudi. Sunni. Penjara tidak penuh oleh penjahat tapi penuh oleh pemuda pemudi terbaik bahkan para ulama. Banyak di antara mereka yang dijatuhi hukuman mati dan penjara seumur hidup hanya karena menunjukkan protes kepada pemerintah. ...

Komentar via Facebook

Tulisan Baru