Ketika Syahwat Mendahului Kesadaran
Bincang Ramadan #3 Ketika Syahwat Mendahului Kesadaran Ramadan adalah bulan yang sunyi sekaligus jujur. Di dalamnya, manusia dipaksa berhadapan dengan dirinya sendiri. Lapar menyingkap tabiat. Haus membuka rahasia. Dan di sela-sela itu, kita mulai melihat satu kenyataan yang sering kita sembunyikan: banyak dosa tidak lahir dari niat membangkang, tetapi dari keinginan yang dibiarkan berjalan tanpa kendali. Banyak ulama yang mengatakan: kebanyakan pelaku maksiat tidak benar-benar “berniat durhaka”. Mereka hanya ingin mengikuti hawa nafsu. Mereka mengejar rasa, bukan pelanggaran. Tetapi ketika keinginan dibiarkan memimpin, maksiat datang sebagai bayangan yang tak terhindarkan. Di sinilah letak ujian yang halus. Ada orang yang berani melangkah terlalu jauh bukan karena ia meremehkan agama secara terang-terangan, tetapi karena ia terlalu bersandar pada keluasan rahmat Allah. Ia tahu Allah Maha Pengampun—dan itu benar. Tetapi ia lupa menghadirkan keagungan dan kewibawaan-Nya dala...