Antara Dakwah dan Nafkah
Bincang Ramadan #8 Antara Dakwah dan Nafkah Ada hal yang sering tidak kita bicarakan dengan jujur: hubungan antara ulama, ilmu, dan harta. Kita mudah berbicara tentang keikhlasan, tentang zuhud, tentang kemuliaan dakwah. Tetapi kita jarang membicarakan sisi yang sangat manusiawi: bagaimana seorang alim memenuhi kebutuhan hidupnya. Seorang berilmu tetaplah manusia. Ia punya keluarga, kebutuhan harian, tanggung jawab yang tidak bisa dibayar dengan idealisme. Ketika seluruh penghasilannya bergantung pada ceramah, undangan, atau pemberian orang lain, di situlah ujian mulai bekerja. Bukan karena menerima honor itu salah. Para ulama membolehkannya. Tetapi karena ketergantungan itu perlahan bisa memengaruhi kebebasan batin. Sulit berbicara sepenuhnya merdeka jika kita tahu bahwa keberanian hari ini bisa berarti kehilangan pemasukan esok hari. Hati bisa saja ingin lurus, tetapi ada bisikan kecil yang menimbang: apakah ini akan berdampak pada posisi dan akses yang selama ini menopan...