Krisis Narasi Keilmuan Islam Kontemporer: Ketika Ilmu Kehilangan Akhlak
Salah satu persoalan mendasar dalam keilmuan Islam kontemporer adalah kecenderungan mengukur kemajuan melalui penguasaan pengetahuan, produktivitas akademik, dan kemampuan berargumentasi, tanpa perhatian yang sebanding terhadap pembentukan akhlak. Akses ilmu semakin luas, publikasi semakin banyak, dan perdebatan keagamaan semakin terbuka. Namun, semua itu tidak otomatis menunjukkan kemajuan umat. Seseorang dapat menguasai khazanah keislaman, fasih mengutip dalil, dan memiliki gelar akademik tinggi, tetapi tetap terjebak dalam kesombongan, kebencian, dan egoisme. Ketika ilmu hanya dinilai dari apa yang diketahui, sementara perubahan yang dihasilkannya terhadap diri manusia diabaikan, keilmuan Islam menghadapi krisis orientasi. Pengetahuan yang tidak disertai pembinaan jiwa bahkan dapat memperbesar kemampuan manusia untuk melakukan kerusakan. Kecerdasan tanpa akhlak dapat digunakan untuk memanipulasi argumentasi, membenarkan kepentingan pribadi, dan menjatuhkan orang lain den...