Mengapa yang Dilarang Terasa Lebih Menggoda?
Bincang Ramadan #7 Mengapa yang Dilarang Terasa Lebih Menggoda? Ramadan adalah bulan larangan yang aneh. Makan dan minum yang halal, tiba-tiba menjadi terlarang pada jam-jam tertentu. Bukan karena ia buruk. Bukan karena ia najis. Hanya karena Allah berkata: tunggu. Dan tiba-tiba, segelas air yang biasa saja berubah menjadi sangat berharga. Di sini kita belajar sesuatu tentang jiwa. Sejak awal sejarah manusia, ketika Adam dilarang mendekati satu pohon di tengah ribuan pohon lain, justru yang satu itu terasa paling menarik. Larangan melahirkan fokus. Pembatasan melahirkan hasrat. Seakan-akan yang dicegah pasti menyimpan rahasia kenikmatan. Ramadan membuka tabiat itu dengan jujur. Jika seseorang dibiarkan makan seharian, ia mungkin biasa saja. Tetapi ketika dikatakan, “Jangan makan sampai magrib,” waktu terasa melambat. Haus terasa lebih sadar. Nafsu seperti mengetuk-ngetuk pintu batin, meminta perhatian. Mengapa demikian? Karena jiwa tidak suka dibatasi. Ia sudah “terkurung” ...