Postingan

Menampilkan postingan dengan label Refleksi

Poros Keseimbangan

Gambar
Bincang Ramadan #5 Poros Keseimbangan Manusia hidup dalam dunia yang tidak pernah stabil. Harga naik dan turun. Kesehatan datang dan pergi. Hubungan menghangat lalu mendingin. Pujian bisa berubah menjadi celaan. Hidup memang tidak menetap pada satu wajah. Al-Qur’an telah lama mengingatkan bahwa hari-hari itu dipergilirkan di antara manusia. Tidak ada jaminan bahwa hari ini akan sama dengan esok. Maka pertanyaannya bukan bagaimana menghentikan perubahan—karena itu mustahil—tetapi apa yang harus kita pegang ketika semuanya berubah. Ramadan menjawabnya dengan satu kata: takwa. Puasa bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah latihan membangun pusat gravitasi batin. Saat lapar mengguncang tubuh, kita belajar bahwa kenyamanan bukan fondasi hidup. Saat haus mengeringkan tenggorokan, kita belajar bahwa kesenangan bukan penentu arah. Saat malam-malam diisi dengan doa, kita sedang membangun sesuatu yang tidak ikut naik turun bersama keadaan. Takwa adalah jangkar itu. Jika suatu hari Al...

Pancaran Harapan

Gambar
Bincang Ramadan #4 Pancaran Harapan Ramadan mengingatkan kita pada satu kenyataan yang tak bisa ditawar: umur terus berjalan. Setiap azan magrib yang kita dengar adalah satu hari yang tak akan kembali. Setiap sahur adalah pengingat bahwa jatah hidup kita sedang berkurang—atau justru sedang diperkaya, tergantung bagaimana kita mengisinya. Terasa kadang sebuah kecanggungan ketika kita memohon kepada Allah agar diberi umur panjang. Sekilas, mungkin terdengar seperti permintaan menunda perjumpaan dengan kematian. Tetapi hakikatnya bukan itu. Ia adalah kerinduan untuk bertumbuh sebelum pulang. Bayangkan jika kita wafat sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Berapa banyak pemahaman yang belum kita miliki? Berapa banyak kesalahan yang belum sempat kita luruskan? Berapa banyak kedekatan kepada Allah yang belum sempat kita rasakan? Ilmu tidak datang sekaligus. Ia tumbuh pelan, seperti cahaya fajar yang mengusir gelap sedikit demi sedikit. Keyakinan juga tidak lahir dalam semalam. I...

Komentar via Facebook

Tulisan Baru