KABAIR WAL MAZHALIM
(Dosa-Dosa Besar & Kezaliman)
(Dosa-Dosa Besar & Kezaliman)
PENDAHULUAN
Sepantasnyalah kita bersyukur kepada Allah SWT, sebagai zat pencipta kita. Karena kita telah diberikan kelebihan dan kemampuan untuk membedakan yang baik dan yang buruk dalam hidup ini. Kemampuan ini mampu mengantarkan umat manusia ke tingkat makhluk yang dicintai Allah. Manusia dengan akal pikirannya mampu memilah mana yang perintah Allah dan mana larangan Allah. Ketika manusia berhasil melawan syahwat mereka dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah, manusia akan mendapatkan derajat yang tinggi dihadapanNya.
Makhluk selain manusia, terbentuk sebagai makhluk yang telah terprogram secara total oleh Allah, tanpa diberikan kemampuan untuk melakukan pilihan. Dan puas menjadi makhluk yang mengalir di horison koridor yang telah dibentangkan oleh Allah SWT baginya. Mereka tidak diberikan akal sebagaimana manusia, jalan hidup mereka telah ditentukan oleh takdir, maka tidak ada istilah yang taat atau yang kafir.
Namun dalam perjalanan hidupnya umat manusia selalu berbuat dosa, tidak ada manusia biasa selain Nabi Muhammad SAW (maksum) yang tidak pernah melakukan dosa maupun kezaliman, disengaja maupun tidak sengaja. Namun Allah Maha Pengampun, selalu memaafkan kesalahan manusia jika mereka bertaubat. Karena itulah manusia tidak boleh putus asa jika telah melakukan dosa
DOSA KECIL DAN DOSA BESAR
Dosa itu menurut Imam Mutawalli Sya’rawi terbagi kepada dosa besar dan dosa kecil, demikian juga sebagaimana kita pahami dari firman Allah,
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (an nisaa:31)
1. Dosa kecil
Dosa-dosa kecil berkaitan dengan pelanggaran terhadap hal-hal yang ringan atau yang paling ringan seperti "al lamam" 'kelalaian dan kekhilafan'.
Dosa kecil adalah dosa-dosa yang tidak sampai ke derjat dosa-dosa besar, atau dosa yang tidak ada ancaman hukuman, laknat, kemarahan, dan kekafiran dari Allah SWT.
Dosa-dosa kecil dapat terhapuskan dengan melakukan ibadah dan amal perbuatan baik, ibadah shalat ke ibadah shalat yang lain adalah menjadi penghapus dosa-dosa kecil yang terlanjur dilakukan di antara keduanya, shalat jum'at ke shalat jum'at yang berikutnya menjadi penghapus dosa-dosa kecil yang terlanjur dilakukan di antara kedua masa itu, dan dari satu ibadah puasa Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menjadi penghapus bagi dosa-dosa kecil yang terlanjur dilakukan pada masa di antara keduanya. Namun dengan syarat tidak terus menerus melakukan dosa-dosa kecil itu.
Karena Allah SWT telah berfirman:
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana".(an nisaa’:17)
2. Dosa Besar
Para ulama berpendapat dosa besar adalah: “Suatu perbuatan yang pelakunya diberikan ancaman oleh Allah SWT akan dijatuhi adzab di akhirat nanti, atau suatu perbuatan yang diancam akan dikenakan hadd”.
Dosa besar adalah setiap maksiat yang telah ditetapkan di dalam Al Quran, sunnah, atau ijma’ para ulama, yang Allah telah menjadikan bagi pelakunya (had) hukuman langsung di dunia, atau dijanjikan azab yang keras di akhirat.
Akan halnya dosa besar tidak bisa dihapuskan hanya dengan amal baik yang kita lakukan, kita harus segera bertaubat dan menyatakan penyesalan yang tulus kepada Allah atas dosa yang telah kita lakukan.
Allah berfirman:
“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (An nisaa: 18)
Allah SWT saat menganugerahkan kepada manusia, sang makhluk yang berkuasa atas makhluk lain di dunia ini, potensi untuk melakukan pilihan bebas; akan amat senang jika manusia datang dan bersimpuh di hadapan Rabb-nya dengan sepenuh hati dan kesukarelaan dirinya.
MACAM-MACAM DOSA BESAR
ุงุฌْุชَِูุจُูุง ุงูุณَّุจْุนَ ุงْูู ُูุจَِูุงุชِ َูุงُููุง َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู َูู َุง َُّูู َูุงَู ุงูุดِّุฑُْู ุจِุงَِّููู َูุงูุณِّุญْุฑُ ََููุชُْู ุงَّْูููุณِ ุงَّูุชِู ุญَุฑَّู َ ุงَُّููู ุฅَِّูุง ุจِุงْูุญَِّู َูุฃَُْูู ุงูุฑِّุจَุง َูุฃَُْูู ู َุงِู ุงَْููุชِูู ِ َูุงูุชََِّّููู َْููู َ ุงูุฒَّุญِْู ََููุฐُْู ุงْูู ُุญْุตََูุงุชِ ุงْูู ُุคْู َِูุงุชِ ุงْูุบَุงَِููุงุชِ (ุงูุจุฎุงุฑู)
ููุงู ุงุจู ุนุจุงุณ ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง: ูู ุฅูู ุงูุณุจุนูู ุฃูุฑุจ ู ููุง ุฅูู ุงูุณุจุน
Rasulullah SAW bersabda: “jauhilah oleh tujuh (dosa besar) yang mengekalkan. Sahabat bertanya: apa itu wahai Rasulallah? Nabi bersabda: syirik kepada Allah, perbuatan sihir, membunuh diri yang diharamakan oleh Allah kecuali dengan haq, makan riba, makan harta anak yatim, kabur saat perang berlangsung, dan menuduh wanita baik-baik berbuat zina.(al Bukhari)
Dan Ibnu Abbas r.a berkata: dosa besar itu ada tujuh puluh dan yang paling besarnya adalah yang tujuh tadi.
1. .ุงูุดุฑู ุจุงููู (Menyekutukan Allah atau Syirik)
2. . ูุชู ุงูููุณ Membunuh Manusia
3. . ุงูุณุญุฑ Melakukan Sihir
4. . ุชุฑู ุงูุตูุงุฉ Meninggalkan Shalat
5. . ู ูุน ุงูุฒูุงุฉ Tidak Mengeluarkan Zakat
6. . ุฅูุทุงุฑ ููู ู ู ุฑู ุถุงู ุจูุง ุนุฐุฑ Tidak Berpuasa ketika bulan Ramadhan tanpa alasan yang kuat
7. . ุชุฑู ุงูุญุฌ ู ุน ุงููุฏุฑุฉ ุนููู Tidak Mengerjakan Haji Walaupun Berkecukupan
8. . ุนููู ุงููุงูุฏูู Durhaka Kepada Ibu Bapa
9. ูุฌุฑ ุงูุฃูุงุฑุจ Memutuskan Silaturahim
10. . ุงูุฒูุง Berzina
11. . ุงูููุงุท Melakukan Sodomi atau Homoseksual
12. . ุงูุฑุจุง Memakan Riba
13. ุฃูู ู ุงู ุงููุชูู ูุธูู ู Memakan Harta Anak Yatim
14. ุงููุฐุจ ุนูู ุงููู ุนุฒ ูุฌููุนูู ุฑุณููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู Mendustakan Allah S.W.T dan Rasul-Nya
15. . ุงููุฑุงุฑ ู ู ุงูุฒุญู Lari dari Medan Perang
16. ุบุด ุงูุฅู ุงู ุงูุฑุนูุฉ ูุธูู ู ููู Pemimpin Yang Penipu dan Kejam
17. ุงููุจุฑ Sombong
18. . ุดูุงุฏุฉ ุงูุฒูุฑ Saksi Palsu
19. . ุดุฑุจ ุงูุฎู ุฑ Meminum minuman beralkohol
20. . ุงููู ุงุฑ Berjudi
21. . ูุฐู ุงูู ุญุตูุงุช Menuduh orang baik melakukan Zina
22. . ุงูุบููู ู ู ุงูุบููู ุฉ Menipu harta rampasan Perang
23. . ุงูุณุฑูุฉ Mencuri
24. . ูุทุน ุงูุทุฑูู Merampok
25. . ุงููู ูู ุงูุบู ูุณ Sumpah Palsu
26. . ุงูุธูู ุจุฃูู ุฃู ูุงู ุงููุงุณ Berlaku Zalim
27. . ุงูู ูุงุณ Pemungut cukai yang Zalim
28. . ุฃูู ุงูุญุฑุงู ูุชูุงููู ุนูู ุฃู ูุฌู ูุงู Makan dari harta yang Haram
29. . ุฃู ููุชู ุงูุฅูุณุงู ููุณู Bunuh Diri
30. . ุงููุฐุจ ูู ุบุงูุจ ุฃููุงูู Berbohong
31. 31. ุงููุงุถู ุงูุณูุก Hakim yang Tidak adil
32. . ุฃุฎุฐ ุงูุฑุดูุฉ ุนูู ุงูุญูู Memberi dan menerima sogok
33. . ุชุดุจู ุงููุณุงุก ุจุงูุฑุฌุงู ูุชุดุจู ุงูุฑุฌุงู ุจุงููุณุงุก Wanita yg menyerupai Lelaki dan sebaliknya
34. . ุงูุฏููุซ ุงูู ุณุชุญุณู ุนูู ุฃููู Membiarkan istri, anaknya atau anggota keluarganya yang lain berbuat mesum dan memfasilitasi anggota keluarganya tersebut untuk berbuat mesum
35. . ุงูู ุญูู ูุงูู ุญูู ูู Menikahi wanita yang telah bercerai agar wanita tersebut nantinya bisa kembali menikah dengan suaminya terdahulu
36. . ุนุฏู ุงูุชูุฒู ู ู ุงูุจูู Tidak melindungi pakaian dan tubuhnya dari terkena hadas kecil seperti air kencing atau kotoran
37. . ุงูุฑูุงุก Riya atau suka pamer
38. . ุงูุชุนูู ููุฏููุง ููุชู ุงู ุงูุนูู Ulama yang memiliki ilmu namun tidak mau mengamalkan ilmunya tersebut untuk orang lain
39. . ุงูุฎูุงูุฉ Berkhianat
40. . ุงูู ูุงู Mengungkit-Ungkit Pemberian
41. . ุงูุชูุฐูุจ ุจุงููุฏุฑ Mangingkari Takdir Allah SWT
42. . ุงูุชุณู ุน ุนูู ุงููุงุณ ูู ุง ูุณุฑูู Mencari-cari Kesalahan Orang lain
43. . ุงููู ุงู Menyebarkan Fitnah
44. . ุงููุนุงู Mengutuk Umat Islam
45. . ุงูุบุฏุฑ ูุนุฏู ุงูููุงุก ุจุงูุนูุฏ Mengingkari Janji
46. . ุชุตุฏูู ุงููุงูู ูุงูู ูุฌู Percaya Kepada Sihir dan Nujum
47. . ูุดูุฒ ุงูู ุฑุฃุฉ ุนูู ุฒูุฌูุง Durhaka kepada Suami
48. . ุงูุชุตููุฑ Membuat patung
49. . ุงููุทู ูุงูููุงุญุฉ ูุดู ุงูุซูุจ Menamparkan pipi dan meratap jika terkena bala
50. . ุงูุจุบู Menggangu Orang lain
51. . ุงูุงุณุชุทุงูุฉ ุนูู ุงูุถุนูู Berbuat Zalim terhadap yg lemah
52. . ุฃุฐู ุงูุฌุงุฑ Menggangu Tetangga
53. . ุฃุฐู ุงูู ุณูู ูู ูุดุชู ูู Menyakiti dan Memaki Orang Islam
54. . ุฃุฐูุฉ ุนุจุงุฏ ุงููู ูุงูุชุทูู ุนูููู Derhaka kepada Hamba Allah S.W.T dan menggangap dirinya baik
55. . ุฅุณุจุงู ุงูุฅุฒุงุฑ ูุงูุซูุจ Memakai pakaian labuhkan Pakaian
56. . ูุจุณ ุงูุญุฑูุฑ ูุงูุฐูุจ ููุฑุฌุงู Lelaki yang memakai Sutera dan Emas
57. . ุฅุจุงู ุงูุนุจุฏ Seorang hamba yang lari dari Tuannya
58. . ุงูุฐุจุญ ูุบูุฑ ุงููู ุนุฒ ูุฌู Sembelihan Untuk Selain Dari Allah S.W.T
59. . ู ู ุงุฏุนู ุฅูู ุบูุฑ ุฃุจูู ููู ูุนูู Seorang yang mengaku bahwa seseorang itu adalah ayahnya namun dia tahu bahwa itu tidak benar
60. . ุงูุฌุฏู ูุงูู ุฑุงุก ูุงููุฏุฏ Berdebat dan Bermusuhan
61. . ู ูุน ูุถู ุงูู ุงุก Enggan Memberikan Kelebihan Air
62. . ููุต ุงูููู ูุงูุฐุฑุน Mengurangi Timbangan
63. . ุงูุฃู ู ู ู ู ูุฑ ุงููู Merasa Aman Dari Kemurkaan Allah S.W.T
64. . ุฃุฐูุฉ ุฃูููุงุก ุงููู menzalimi wali-mali Allah
65. . ุชุงุฑู ุงูุฌู ุงุนุฉ ููุตูู ูุญุฏู Meninggalkan Sholat Berjemaah tanpa alasan yang kuat
66. . ุงูุฅุตุฑุงุฑ ุนูู ุชุฑู ุตูุงุฉ ุงูุฌู ุนุฉ ูุงูุฌู ุงุนุฉ ู ู ุบูุฑ ุนุฐุฑ Meninggalkan Sholat Jumaat tanpa alasan yang kuat
67. . ุงูุฅุถุฑุงุฑ ูู ุงููุตูุฉ Merebut hak warisan yang bukan miliknya
68. . ุงูู ูุฑ ูุงูุฎุฏูุนุฉ Menipu
69. . ู ู ุฌุณ ุนูู ุงูู ุณูู ูู ูุฏู ุนูู ุนูุฑุชูู Mengintip Rahasia dan Membuka Rahasia Orang Lain
70. ุณุจ ุฃุญุฏ ู ู ุงูุตุญุงุจุฉ ุฑุถูุงู ุงููู ุนูููู Mencela Nabi dan Para Sahabat Beliau
KAREKTERISTIK KEZALIMAN
Kezaliman terbagi kepada 5 macam:
1. Zalim kepada anak yatim
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (an nisaa: 10)
2. Merampas tanah yang bukan hak kita
ู َْู ุงْูุชَุทَุนَ ุดِุจْุฑًุง ู ِْู ุงْูุฃَุฑْุถِ ุธُْูู ًุง ุทَََُّููู ุงَُّููู ุฅَِّูุงُู َْููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ ู ِْู ุณَุจْุนِ ุฃَุฑَุถَِูู
Barang siapa mengambil sejengkal tanah dengan zalim, maka Allah akan mengalungkannya di hari kiamat setebal tujuh lapis bumi
3. Menzalimi tubuh sendiri maupun orang lain
ุซََูุงุซَุฉٌ َูุง َْููุจَُู ุงَُّููู ู ُِْููู ْ ุตََูุงุฉً ู َْู ุชََูุฏَّู َ َْููู ًุง َُููู ْ َُูู َูุงุฑَُِููู َูุฑَุฌٌُู ุฃَุชَู ุงูุตََّูุงุฉَ ุฏِุจَุงุฑًุง َูุงูุฏِّุจَุงุฑُ ุฃَْู َูุฃْุชََِููุง ุจَุนْุฏَ ุฃَْู ุชَُููุชَُู َูุฑَุฌٌُู ุงุนْุชَุจَุฏَ ู ُุญَุฑَّุฑَُู
4. Merampas harta yang bukan hak kita
ََููุง َْููุชَِูุจُ ُْููุจَุฉً ุฐَุงุชَ ุดَุฑٍَู َูุฑَْูุนُ ุงَّููุงุณُ ุฅَِِْููู ุฃَุจْุตَุงุฑَُูู ْ َِูููุง ุญَِูู َْููุชَِูุจَُูุง ََُููู ู ُุคْู ٌِู (ุงูุจุฎุงุฑู) ุงูููุจ : ูู ุฃุฎุฐ ุงูุฑุฌู ู ุง ููุณ ูู ุฌูุงุฑุง ูููุฑุง
5. Membiarkan orng lain dizalimi tanpa membantunya
ู َْู ุฃُุฐَِّู ุนِْูุฏَُู ู ُุคْู ٌِู ََููู ْ َْููุตُุฑُْู ََُููู َูุงุฏِุฑٌ ุนََูู ุฃَْู َْููุตُุฑَُู ุฃَุฐََُّูู ุงَُّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู ุนََูู ุฑُุกُูุณِ ุงْูุฎََูุงุฆِِู َْููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ (ุฃุญู ุฏ)
PENUTUP
Sebagimana yang telah dijelaskan oleh ayat 18 surat an nisaa tadi bahwa tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang", dosa kecil yang dilakukan dengan sengaja dan secara terus menerus, maka dosa kecil itu berubah statusnya menjadi dosa besar. Kemudian, jika kita tidak menjauhkan diri dari dosa besar, dan kita juga melakukan dosa kecil, apa yang akan terjadi? Para ulama berpendapat: di antara bentuk kasih sayang Allah SWT terhadap manusia adalah ketentuan berikut ini: tidak ada istilah dosa besar selama pelakunya melakukan taubat dan istighfar, dan tidak ada istilah dosa kecil selama pelakunya terus melakukan perbuatan dosa kecil itu secara sengaja.
Jika engkau mengambil hal tadi, maka ambillah dua ketentuan ini, yakni tidak ada istilah dosa besar selama pelakunya melakukan taubat dan beristighfar, dan tidak ada istilah dosa kecil selama pelakukan terus melakukan perbuatan dosa itu dengan sengaja.
Terakhir marilah selalu kita usahakan meminimalisir dosa kecil yang kita lakukan, dan berusaha sejauh mungkin dari melakukan dosa-dosa besar.
Sepantasnyalah kita bersyukur kepada Allah SWT, sebagai zat pencipta kita. Karena kita telah diberikan kelebihan dan kemampuan untuk membedakan yang baik dan yang buruk dalam hidup ini. Kemampuan ini mampu mengantarkan umat manusia ke tingkat makhluk yang dicintai Allah. Manusia dengan akal pikirannya mampu memilah mana yang perintah Allah dan mana larangan Allah. Ketika manusia berhasil melawan syahwat mereka dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah, manusia akan mendapatkan derajat yang tinggi dihadapanNya.
Makhluk selain manusia, terbentuk sebagai makhluk yang telah terprogram secara total oleh Allah, tanpa diberikan kemampuan untuk melakukan pilihan. Dan puas menjadi makhluk yang mengalir di horison koridor yang telah dibentangkan oleh Allah SWT baginya. Mereka tidak diberikan akal sebagaimana manusia, jalan hidup mereka telah ditentukan oleh takdir, maka tidak ada istilah yang taat atau yang kafir.
Namun dalam perjalanan hidupnya umat manusia selalu berbuat dosa, tidak ada manusia biasa selain Nabi Muhammad SAW (maksum) yang tidak pernah melakukan dosa maupun kezaliman, disengaja maupun tidak sengaja. Namun Allah Maha Pengampun, selalu memaafkan kesalahan manusia jika mereka bertaubat. Karena itulah manusia tidak boleh putus asa jika telah melakukan dosa
DOSA KECIL DAN DOSA BESAR
Dosa itu menurut Imam Mutawalli Sya’rawi terbagi kepada dosa besar dan dosa kecil, demikian juga sebagaimana kita pahami dari firman Allah,
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (an nisaa:31)
1. Dosa kecil
Dosa-dosa kecil berkaitan dengan pelanggaran terhadap hal-hal yang ringan atau yang paling ringan seperti "al lamam" 'kelalaian dan kekhilafan'.
Dosa kecil adalah dosa-dosa yang tidak sampai ke derjat dosa-dosa besar, atau dosa yang tidak ada ancaman hukuman, laknat, kemarahan, dan kekafiran dari Allah SWT.
Dosa-dosa kecil dapat terhapuskan dengan melakukan ibadah dan amal perbuatan baik, ibadah shalat ke ibadah shalat yang lain adalah menjadi penghapus dosa-dosa kecil yang terlanjur dilakukan di antara keduanya, shalat jum'at ke shalat jum'at yang berikutnya menjadi penghapus dosa-dosa kecil yang terlanjur dilakukan di antara kedua masa itu, dan dari satu ibadah puasa Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menjadi penghapus bagi dosa-dosa kecil yang terlanjur dilakukan pada masa di antara keduanya. Namun dengan syarat tidak terus menerus melakukan dosa-dosa kecil itu.
Karena Allah SWT telah berfirman:
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana".(an nisaa’:17)
2. Dosa Besar
Para ulama berpendapat dosa besar adalah: “Suatu perbuatan yang pelakunya diberikan ancaman oleh Allah SWT akan dijatuhi adzab di akhirat nanti, atau suatu perbuatan yang diancam akan dikenakan hadd”.
Dosa besar adalah setiap maksiat yang telah ditetapkan di dalam Al Quran, sunnah, atau ijma’ para ulama, yang Allah telah menjadikan bagi pelakunya (had) hukuman langsung di dunia, atau dijanjikan azab yang keras di akhirat.
Akan halnya dosa besar tidak bisa dihapuskan hanya dengan amal baik yang kita lakukan, kita harus segera bertaubat dan menyatakan penyesalan yang tulus kepada Allah atas dosa yang telah kita lakukan.
Allah berfirman:
“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (An nisaa: 18)
Allah SWT saat menganugerahkan kepada manusia, sang makhluk yang berkuasa atas makhluk lain di dunia ini, potensi untuk melakukan pilihan bebas; akan amat senang jika manusia datang dan bersimpuh di hadapan Rabb-nya dengan sepenuh hati dan kesukarelaan dirinya.
MACAM-MACAM DOSA BESAR
ุงุฌْุชَِูุจُูุง ุงูุณَّุจْุนَ ุงْูู ُูุจَِูุงุชِ َูุงُููุง َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู َูู َุง َُّูู َูุงَู ุงูุดِّุฑُْู ุจِุงَِّููู َูุงูุณِّุญْุฑُ ََููุชُْู ุงَّْูููุณِ ุงَّูุชِู ุญَุฑَّู َ ุงَُّููู ุฅَِّูุง ุจِุงْูุญَِّู َูุฃَُْูู ุงูุฑِّุจَุง َูุฃَُْูู ู َุงِู ุงَْููุชِูู ِ َูุงูุชََِّّููู َْููู َ ุงูุฒَّุญِْู ََููุฐُْู ุงْูู ُุญْุตََูุงุชِ ุงْูู ُุคْู َِูุงุชِ ุงْูุบَุงَِููุงุชِ (ุงูุจุฎุงุฑู)
ููุงู ุงุจู ุนุจุงุณ ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง: ูู ุฅูู ุงูุณุจุนูู ุฃูุฑุจ ู ููุง ุฅูู ุงูุณุจุน
Rasulullah SAW bersabda: “jauhilah oleh tujuh (dosa besar) yang mengekalkan. Sahabat bertanya: apa itu wahai Rasulallah? Nabi bersabda: syirik kepada Allah, perbuatan sihir, membunuh diri yang diharamakan oleh Allah kecuali dengan haq, makan riba, makan harta anak yatim, kabur saat perang berlangsung, dan menuduh wanita baik-baik berbuat zina.(al Bukhari)
Dan Ibnu Abbas r.a berkata: dosa besar itu ada tujuh puluh dan yang paling besarnya adalah yang tujuh tadi.
1. .ุงูุดุฑู ุจุงููู (Menyekutukan Allah atau Syirik)
2. . ูุชู ุงูููุณ Membunuh Manusia
3. . ุงูุณุญุฑ Melakukan Sihir
4. . ุชุฑู ุงูุตูุงุฉ Meninggalkan Shalat
5. . ู ูุน ุงูุฒูุงุฉ Tidak Mengeluarkan Zakat
6. . ุฅูุทุงุฑ ููู ู ู ุฑู ุถุงู ุจูุง ุนุฐุฑ Tidak Berpuasa ketika bulan Ramadhan tanpa alasan yang kuat
7. . ุชุฑู ุงูุญุฌ ู ุน ุงููุฏุฑุฉ ุนููู Tidak Mengerjakan Haji Walaupun Berkecukupan
8. . ุนููู ุงููุงูุฏูู Durhaka Kepada Ibu Bapa
9. ูุฌุฑ ุงูุฃูุงุฑุจ Memutuskan Silaturahim
10. . ุงูุฒูุง Berzina
11. . ุงูููุงุท Melakukan Sodomi atau Homoseksual
12. . ุงูุฑุจุง Memakan Riba
13. ุฃูู ู ุงู ุงููุชูู ูุธูู ู Memakan Harta Anak Yatim
14. ุงููุฐุจ ุนูู ุงููู ุนุฒ ูุฌููุนูู ุฑุณููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู Mendustakan Allah S.W.T dan Rasul-Nya
15. . ุงููุฑุงุฑ ู ู ุงูุฒุญู Lari dari Medan Perang
16. ุบุด ุงูุฅู ุงู ุงูุฑุนูุฉ ูุธูู ู ููู Pemimpin Yang Penipu dan Kejam
17. ุงููุจุฑ Sombong
18. . ุดูุงุฏุฉ ุงูุฒูุฑ Saksi Palsu
19. . ุดุฑุจ ุงูุฎู ุฑ Meminum minuman beralkohol
20. . ุงููู ุงุฑ Berjudi
21. . ูุฐู ุงูู ุญุตูุงุช Menuduh orang baik melakukan Zina
22. . ุงูุบููู ู ู ุงูุบููู ุฉ Menipu harta rampasan Perang
23. . ุงูุณุฑูุฉ Mencuri
24. . ูุทุน ุงูุทุฑูู Merampok
25. . ุงููู ูู ุงูุบู ูุณ Sumpah Palsu
26. . ุงูุธูู ุจุฃูู ุฃู ูุงู ุงููุงุณ Berlaku Zalim
27. . ุงูู ูุงุณ Pemungut cukai yang Zalim
28. . ุฃูู ุงูุญุฑุงู ูุชูุงููู ุนูู ุฃู ูุฌู ูุงู Makan dari harta yang Haram
29. . ุฃู ููุชู ุงูุฅูุณุงู ููุณู Bunuh Diri
30. . ุงููุฐุจ ูู ุบุงูุจ ุฃููุงูู Berbohong
31. 31. ุงููุงุถู ุงูุณูุก Hakim yang Tidak adil
32. . ุฃุฎุฐ ุงูุฑุดูุฉ ุนูู ุงูุญูู Memberi dan menerima sogok
33. . ุชุดุจู ุงููุณุงุก ุจุงูุฑุฌุงู ูุชุดุจู ุงูุฑุฌุงู ุจุงููุณุงุก Wanita yg menyerupai Lelaki dan sebaliknya
34. . ุงูุฏููุซ ุงูู ุณุชุญุณู ุนูู ุฃููู Membiarkan istri, anaknya atau anggota keluarganya yang lain berbuat mesum dan memfasilitasi anggota keluarganya tersebut untuk berbuat mesum
35. . ุงูู ุญูู ูุงูู ุญูู ูู Menikahi wanita yang telah bercerai agar wanita tersebut nantinya bisa kembali menikah dengan suaminya terdahulu
36. . ุนุฏู ุงูุชูุฒู ู ู ุงูุจูู Tidak melindungi pakaian dan tubuhnya dari terkena hadas kecil seperti air kencing atau kotoran
37. . ุงูุฑูุงุก Riya atau suka pamer
38. . ุงูุชุนูู ููุฏููุง ููุชู ุงู ุงูุนูู Ulama yang memiliki ilmu namun tidak mau mengamalkan ilmunya tersebut untuk orang lain
39. . ุงูุฎูุงูุฉ Berkhianat
40. . ุงูู ูุงู Mengungkit-Ungkit Pemberian
41. . ุงูุชูุฐูุจ ุจุงููุฏุฑ Mangingkari Takdir Allah SWT
42. . ุงูุชุณู ุน ุนูู ุงููุงุณ ูู ุง ูุณุฑูู Mencari-cari Kesalahan Orang lain
43. . ุงููู ุงู Menyebarkan Fitnah
44. . ุงููุนุงู Mengutuk Umat Islam
45. . ุงูุบุฏุฑ ูุนุฏู ุงูููุงุก ุจุงูุนูุฏ Mengingkari Janji
46. . ุชุตุฏูู ุงููุงูู ูุงูู ูุฌู Percaya Kepada Sihir dan Nujum
47. . ูุดูุฒ ุงูู ุฑุฃุฉ ุนูู ุฒูุฌูุง Durhaka kepada Suami
48. . ุงูุชุตููุฑ Membuat patung
49. . ุงููุทู ูุงูููุงุญุฉ ูุดู ุงูุซูุจ Menamparkan pipi dan meratap jika terkena bala
50. . ุงูุจุบู Menggangu Orang lain
51. . ุงูุงุณุชุทุงูุฉ ุนูู ุงูุถุนูู Berbuat Zalim terhadap yg lemah
52. . ุฃุฐู ุงูุฌุงุฑ Menggangu Tetangga
53. . ุฃุฐู ุงูู ุณูู ูู ูุดุชู ูู Menyakiti dan Memaki Orang Islam
54. . ุฃุฐูุฉ ุนุจุงุฏ ุงููู ูุงูุชุทูู ุนูููู Derhaka kepada Hamba Allah S.W.T dan menggangap dirinya baik
55. . ุฅุณุจุงู ุงูุฅุฒุงุฑ ูุงูุซูุจ Memakai pakaian labuhkan Pakaian
56. . ูุจุณ ุงูุญุฑูุฑ ูุงูุฐูุจ ููุฑุฌุงู Lelaki yang memakai Sutera dan Emas
57. . ุฅุจุงู ุงูุนุจุฏ Seorang hamba yang lari dari Tuannya
58. . ุงูุฐุจุญ ูุบูุฑ ุงููู ุนุฒ ูุฌู Sembelihan Untuk Selain Dari Allah S.W.T
59. . ู ู ุงุฏุนู ุฅูู ุบูุฑ ุฃุจูู ููู ูุนูู Seorang yang mengaku bahwa seseorang itu adalah ayahnya namun dia tahu bahwa itu tidak benar
60. . ุงูุฌุฏู ูุงูู ุฑุงุก ูุงููุฏุฏ Berdebat dan Bermusuhan
61. . ู ูุน ูุถู ุงูู ุงุก Enggan Memberikan Kelebihan Air
62. . ููุต ุงูููู ูุงูุฐุฑุน Mengurangi Timbangan
63. . ุงูุฃู ู ู ู ู ูุฑ ุงููู Merasa Aman Dari Kemurkaan Allah S.W.T
64. . ุฃุฐูุฉ ุฃูููุงุก ุงููู menzalimi wali-mali Allah
65. . ุชุงุฑู ุงูุฌู ุงุนุฉ ููุตูู ูุญุฏู Meninggalkan Sholat Berjemaah tanpa alasan yang kuat
66. . ุงูุฅุตุฑุงุฑ ุนูู ุชุฑู ุตูุงุฉ ุงูุฌู ุนุฉ ูุงูุฌู ุงุนุฉ ู ู ุบูุฑ ุนุฐุฑ Meninggalkan Sholat Jumaat tanpa alasan yang kuat
67. . ุงูุฅุถุฑุงุฑ ูู ุงููุตูุฉ Merebut hak warisan yang bukan miliknya
68. . ุงูู ูุฑ ูุงูุฎุฏูุนุฉ Menipu
69. . ู ู ุฌุณ ุนูู ุงูู ุณูู ูู ูุฏู ุนูู ุนูุฑุชูู Mengintip Rahasia dan Membuka Rahasia Orang Lain
70. ุณุจ ุฃุญุฏ ู ู ุงูุตุญุงุจุฉ ุฑุถูุงู ุงููู ุนูููู Mencela Nabi dan Para Sahabat Beliau
KAREKTERISTIK KEZALIMAN
Kezaliman terbagi kepada 5 macam:
1. Zalim kepada anak yatim
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (an nisaa: 10)
2. Merampas tanah yang bukan hak kita
ู َْู ุงْูุชَุทَุนَ ุดِุจْุฑًุง ู ِْู ุงْูุฃَุฑْุถِ ุธُْูู ًุง ุทَََُّููู ุงَُّููู ุฅَِّูุงُู َْููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ ู ِْู ุณَุจْุนِ ุฃَุฑَุถَِูู
Barang siapa mengambil sejengkal tanah dengan zalim, maka Allah akan mengalungkannya di hari kiamat setebal tujuh lapis bumi
3. Menzalimi tubuh sendiri maupun orang lain
ุซََูุงุซَุฉٌ َูุง َْููุจَُู ุงَُّููู ู ُِْููู ْ ุตََูุงุฉً ู َْู ุชََูุฏَّู َ َْููู ًุง َُููู ْ َُูู َูุงุฑَُِููู َูุฑَุฌٌُู ุฃَุชَู ุงูุตََّูุงุฉَ ุฏِุจَุงุฑًุง َูุงูุฏِّุจَุงุฑُ ุฃَْู َูุฃْุชََِููุง ุจَุนْุฏَ ุฃَْู ุชَُููุชَُู َูุฑَุฌٌُู ุงุนْุชَุจَุฏَ ู ُุญَุฑَّุฑَُู
4. Merampas harta yang bukan hak kita
ََููุง َْููุชَِูุจُ ُْููุจَุฉً ุฐَุงุชَ ุดَุฑٍَู َูุฑَْูุนُ ุงَّููุงุณُ ุฅَِِْููู ุฃَุจْุตَุงุฑَُูู ْ َِูููุง ุญَِูู َْููุชَِูุจَُูุง ََُููู ู ُุคْู ٌِู (ุงูุจุฎุงุฑู) ุงูููุจ : ูู ุฃุฎุฐ ุงูุฑุฌู ู ุง ููุณ ูู ุฌูุงุฑุง ูููุฑุง
5. Membiarkan orng lain dizalimi tanpa membantunya
ู َْู ุฃُุฐَِّู ุนِْูุฏَُู ู ُุคْู ٌِู ََููู ْ َْููุตُุฑُْู ََُููู َูุงุฏِุฑٌ ุนََูู ุฃَْู َْููุตُุฑَُู ุฃَุฐََُّูู ุงَُّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู ุนََูู ุฑُุกُูุณِ ุงْูุฎََูุงุฆِِู َْููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ (ุฃุญู ุฏ)
PENUTUP
Sebagimana yang telah dijelaskan oleh ayat 18 surat an nisaa tadi bahwa tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang", dosa kecil yang dilakukan dengan sengaja dan secara terus menerus, maka dosa kecil itu berubah statusnya menjadi dosa besar. Kemudian, jika kita tidak menjauhkan diri dari dosa besar, dan kita juga melakukan dosa kecil, apa yang akan terjadi? Para ulama berpendapat: di antara bentuk kasih sayang Allah SWT terhadap manusia adalah ketentuan berikut ini: tidak ada istilah dosa besar selama pelakunya melakukan taubat dan istighfar, dan tidak ada istilah dosa kecil selama pelakunya terus melakukan perbuatan dosa kecil itu secara sengaja.
Jika engkau mengambil hal tadi, maka ambillah dua ketentuan ini, yakni tidak ada istilah dosa besar selama pelakunya melakukan taubat dan beristighfar, dan tidak ada istilah dosa kecil selama pelakukan terus melakukan perbuatan dosa itu dengan sengaja.
Terakhir marilah selalu kita usahakan meminimalisir dosa kecil yang kita lakukan, dan berusaha sejauh mungkin dari melakukan dosa-dosa besar.
Komentar
Posting Komentar
Terima Kasih atas masukan dan pendapat anda, semoga bermanfaat...