Mati Rasa
Ada hukum yang nyaris tak pernah meleset dalam kehidupan manusia: lingkungan yang rusak melahirkan tubuh yang sakit. Udara yang pengap, debu yang beterbangan, asap dan kotoran yang dibiarkan berlarut-larut, pelan tapi pasti menggerogoti kesehatan. Penyakit tidak datang tiba-tiba; ia merayap, menyusup, lalu menetap. Wajah menjadi pucat, tenaga melemah, dan tubuh kehilangan daya tahan. Hal yang sama berlaku pada makanan. Gizi yang kurang, asupan yang timpang, atau makanan yang tercemar, tidak hanya melemahkan badan, tetapi merusak fungsi-fungsi dasarnya. Tulang menjadi rapuh, kulit rusak, indera tumpul, dan tubuh tak lagi mampu menjalankan tugasnya dengan wajar. Kesembuhan baru mungkin terjadi ketika asupan diperbaiki, unsur yang hilang dilengkapi, dan racun disingkirkan. Anehnya, hukum yang begitu mudah diterima dalam kehidupan jasmani sering kali kita abaikan dalam kehidupan rohani dan sosial. Padahal hati dan akal pun memiliki “gizi”. Ia butuh nilai, makna, kejujuran, kead...